my city identity

May 10, 2008

pemeriksaan (control)

Filed under: good city form — dayutiwi @ 2:47 pm
Tags: , , , ,

Pemeriksaan (Control)

Pengontrolan diarahkan pada ruang-ruang kegiatan, tempat rekreasi, mana yang perlu diperbaiki atau dimodifikasi. Di samping kontrol pengelolaan terhadap siapa yang menggunakan dan bekerja serta siapa saja yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, tingkat dimana kegunaan dan akses kepada ruang dan aktivitas, dan kreasi-kreasi mereka, perbaikan, modifikasi, dan manajemen dikontrol oleh mereka yang menggunakan, bekerja, atau tinggal di lokasi tersebut.

Yang menonjol dan khas dari kota Denpasar, dan di Bali pada umumnya, adalah peran kontrol pemerintah yang cukup ketat dalam mempertahankan konsep arsitektur tradisional. Ini yang tidak saya temukan di tempat-tempat lain.

Denpasar, Kota Ideal?

Tulisan ini mencoba menjelaskan tentang teori Kevin Lynch mengenai kota yang baik dilihat dari segi fisiknya. Menurut Lynch ada 5 kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengukur performance suatu kota : Vitalitas (Vitality), Kepekaan (Sense), Kelayakan (Fit), Akses (Access), dan Pemeriksaan (Control). Dalam mengukur kelima kriteria ini, harus dimasukkan meta kriteria, yaitu efficiency dan justice.

Dalam penyusunan tulisan ini penulis akan menyajikan data-data umum kota Denpasar terlebih dahulu, sebelum memasuki pembahasan mengenai teori Kevin Lynch.

Data-data Umum Kota Denpasar

  • Penduduk (diambil dari www.denpasar .go.id)
    Menurut Registrasi jumlah Penduduk sampai akhir Tahun 2002: 561.814. Berdasarkam Sensus Penduduk 1990 tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata 4,05 %, sedangkan sensus penduduk 2000 menunjukkan pertumbuhan dengan rata-rata sebesar : 3,01 %, hal ini disebabkan karena program keluarga berencana yang ada di Kota Denpasar dapat dilaksnakan dengan baik.Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk ini disebabkan oleh faktor migrasi yang sangat dominan, dengan alasan pokok untuk mencari pekerjaan.
    Secara regional penyebab banyaknya penduduk yang masuk ke daerah Kota Denpasar karena Denpasar merupakan kota Propinsi, dimana hampir semua kegiatan ekonominya maupun pendidikan terfokus di daerah ini. Selama tahun 2002 bertambahnya penduduk sebesar : 25.173 orang dari 536.641 orang pada tahun 2001 menjadi 561.814 orang pada tahun 2002.
    Pertumbuhan penduduk tersebut hanya sebagian kecil saja disebabkan oleh pertumbuhan alami tetapi lebih banyak karena mutasi penduduk baik dari Kabupaten di Bali maupun dari luar Bali.
    Hal ini menyebabkan kepadatan penduduk yang makin meningkat, yang dapat dirinci sebagai berikut:

Kecamatan

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah Rumah Tangga

Sex Ratio

Kepadatan (Jiwa/km2)

1. Denpasar Selatan

161.111

49.356

104

3.223

2. Denpasar Timur

149.042

39.178

103

5.375

3. Denpasar Barat

251.661

71.914

103

5.027

Kota Denpasar

561.814

160.448

103

4.3

  • Ketenagakerjaan
    Gambaran ketenagakerjaan di Kota Denpasar dapat ditunjukkan oleh tingkat partisipasi, komposisi dan persebaran angkatan kerja. Aspek Ketegakerjaan yang disajikan meliputi komposisi angkatan kerja, lapangan pekerjaan, jenis pekerjaan, status pekerjaan dan jumlah jam kerja.
    Penduduk Usia Kerja diklarifikasikan dari umur 10 tahun keatas, yaitu mereka secara potensial dapat memproduksikan barang dan jasa. Angkatan kerja seluruhnya yang terserap 282.955 oranf. Sedangkan yang masih berstatus sebagai pengangguran 8.641 orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja penduduk Kota Denpasar mencapai angka 72,90 % dengan kata lain masih terdapat 2,96 % penduduk usia kerja yang berstatus sebagai pengangguran. Penyebaran tenaga kerja tersebut terdiri dari sektor pertanian 11.129 orang, Industri Pengolahan 14.350 orang , perdagangan 63.010 orang. Angkutan 7.355 orang, Jasa-jasa 134.272 orang dan lain-lain 52.839 orang.
  • ยท Pendidikan

    Untuk Bidang pendidikan telah terjadi beberapa perkembangan yang cukup menarik untuk dicermati karena beberapa penurunan banyaknya sekolah dasar dan beberapa perkembangan lainnya . Sampai akhir tahun ini telah terdapat 115 buah sekolah TK dengan 512 guru dan 11.660 murid, terdapat 216 Sekolah Dasar, 2.084 guru dan 64.115 murid, 43 SLTP swasta atau negeri, 1.657 Guru, 23.718 murid, 45 buah SMTA Negeri atau swasta dengan 2.318 Guru dan menampung 28.965 murid. Untuk tingkat Pendidikan Tinggi yang meliputi Universitas, Sekolah Tinggi, Institut serta Akademi terdapat sebanyak 26 buah baik berstatus negeri maupun swasta dengan jumlah Dosen 4660 orang dan Mahasiswa sebanyak 33.549 orang.

Theme: Rubric. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.